Sabtu, 28 April 2012

Fisika di Balik Keindahan Bulu Merak

 
          Tak seorang pun yang memandang corak bulu merak kuasa menyembunyikan kekaguman atas keindahannya. Satu di antara penelitian terkini yang dilakukan para ilmuwan telah mengungkap keberadaan rancangan mengejutkan yang mendasari pola-pola ini.

          Para ilmuwan Cina telah menemukan mekanisme rumit dari rambut-rambut teramat kecil pada bulu merak yang menyaring dan memantulkan cahaya dengan aneka panjang gelombang. Menurut pengkajian yang dilakukan oleh fisikawan dari Universitas Fudan, Jian Zi, dan rekan-rekannya, dan diterbitkan jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences, warna-warna cerah bulu tersebut bukanlah dihasilkan oleh molekul pemberi warna atau pigmen, akan tetapi oleh struktur dua dimensi berukuran teramat kecil yang menyerupai kristal.
 
          Zi dan dan rekan-rekannya menggunakan mikroskop elektron yang sangat kuat untuk menyingkap penyebab utama yang memunculkan warna pada bulu merak. Mereka meneliti barbula pada merak hijau jantan (Pavo rnuticus). Barbula adalah rambut-rambut mikro yang jauh lebih kecil yang terdapat pada barb, yakni serat bulu yang tumbuh pada tulang bulu.  Di bawah mikroskop, mereka menemukan desain tatanan lempeng-lempeng kecil berwarna hitam putih, sebagaimana gambar di sebelah kanan. Desain ini tersusun atas batang-batang tipis yang terbuat dari protein melanin yang terikat dengan protein lain, yakni keratin. Para peneliti mengamati bahwa bentuk dua dimensi ini, yang ratusan kali lebih tipis daripada sehelai rambut manusia, tersusun saling bertumpukan pada rambut-rambut mikro. Melalui pengkajian optis dan penghitungan, para ilmuwan meneliti ruang yang terdapat di antara batang-batang tipis atau kristal-kristal ini, berikut dampaknya. Alhasil, terungkap bahwa ukuran dan bentuk ruang di dalam tatanan kristal tersebut menyebabkan cahaya dipantulkan dengan beragam sudut yang memiliki perbedaan sangat kecil, dan dengannya memunculkan aneka warna.

          "Ekor merak jantan memiliki keindahan yang memukau karena pola-pola berbentuk mata yang berkilau, cemerlang, beraneka ragam dan berwarna," kata Zi, yang kemudian mengatakan, "ketika saya memandang pola berbentuk mata yang terkena sinar matahari, saya takjub akan keindahan bulu-bulu yang sangat mengesankan tersebut."Zi menyatakan bahwa sebelum pengkajian yang mereka lakukan, mekanisme fisika yang menghasilkan warna pada bulu-bulu merak belumlah diketahui pasti. Meskipun mekanisme yang mereka temukan ternyata sederhana, mekanisme ini benar-benar cerdas.

          Jelas bahwa terdapat desain yang ditata dengan sangat istimewa pada pola bulu merak. Penataan kristal-kristal dan ruang-ruang [celah-celah] teramat kecil di antara kristal-kristal ini adalah bukti terbesar bagi keberadaan desain ini. Pengaturan antar-ruangnya secara khusus sungguh memukau. Jika hal ini tidak ditata sedemikian rupa agar memantulkan cahaya dengan sudut yang sedikit berbeda satu sama lain, maka keanekaragaman warna tersebut tidak akan terbentuk.

          Sebagian besar warna bulu merak terbentuk berdasarkan pewarnaan struktural. Tidak terdapat molekul atau zat pewarna pada bulu-bulu yang memperlihatkan warna struktural, dan warna-warna yang serupa dengan yang terdapat pada permukaan gelembung-gelembung air sabun dapat terbentuk. Warna rambut manusia berasal dari molekul warna atau pigmen, dan tak menjadi soal sejauh mana seseorang merawat rambutnya, hasilnya tidak akan pernah secemerlang dan seindah bulu merak.

          Telah pula dinyatakan bahwa desain cerdas pada merak ini dapat dijadikan sumber ilham bagi rancangan industri. Andrew Parker, ilmuwan zoologi dan pakar pewarnaan di Universitas Oxford, yang menafsirkan penemuan Zi mengatakan bahwa penemuan apa yang disebut sebagai kristal-kristal fotonik pada bulu merak memungkinkan para ilmuwan meniru rancangan dan bentuk tersebut untuk digunakan dalam penerapan di dunia industri dan komersial. Kristal-kristal ini dapat digunakan untuk melewatkan cahaya pada perangkat telekomunikasi, atau untuk membuat chip komputer baru berukuran sangat kecil.  

          Jelas bahwa merak memiliki pola dan corak luar biasa dan desain istimewa, dan berkat mekanisme yang sangat sederhana ini, mungkin tidak akan lama lagi, kita akan melihat barang dan perlengkapan yang memiliki lapisan sangat cemerlang pada permukaannya. Namun, bagaimanakah desain memesona, cerdas dan penuh ilham semacam ini pertama kali muncul? Mungkinkah merak tahu bahwa warna-warni pada bulunya terbentuk karena adanya kristal-kristal dan ruang-ruang antar-kristal pada bulunya? Mungkinkah merak itu sendiri yang menempatkan bulu-bulu pada tubuhnya dan kemudian memutuskan untuk menambahkan suatu mekanisme pewarnaan padanya? Mungkinkah merak telah merancang mekanisme itu sedemikian rupa sehingga dapat menghasilkan desain yang sangat memukau tersebut? Sudah pasti tidak.

          Sebagai contoh, jika kita melihat corak mengagumkan yang terbuat dari batu-batu berwarna ketika kita berjalan di sepanjang tepian sungai, dan jika kita melihat pula bahwa terdapat pola menyerupai mata yang tersusun menyerupai sebuah kipas, maka akan muncul dalam benak kita bahwa semua ini telah diletakkan secara sengaja, dan bukan muncul menjadi ada dengan sendirinya atau secara kebetulan. Sudah pasti bahwa pola-pola ini, yang mencerminkan sisi keindahan dan yang menyentuh cita rasa keindahan dalam diri manusia, telah dibuat oleh seorang seniman. Hal yang sama berlaku pula bagi bulu-bulu merak. Sebagaimana lukisan dan desain yang mengungkap keberadaan para seniman yang membuatnya, maka corak dan pola pada bulu merak mengungkap keberadaan Pencipta yang membuatnya. Tidak ada keraguan bahwa Allahlah yang merakit dan menyusun bentuk-bentuk mirip kristal tersebut pada bulu merak dan menghasilkan pola-pola yang sedemikian memukau bagi sang merak. Allah menyatakan Penciptaannya yang tanpa cacat dalam sebuah ayat Al Qur'an:

          Dialah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Yang Mempunyai Nama-Nama Yang Paling baik  Bertasbih KepadaNya apa yang ada di langit dan di bumi.  Dan Dialah Yang Mahaperkasa lagi Maha Bijaksana. (QS. Al Hasyr, 59:24)

Cahaya Bisa Menghasilkan Daya Angkat

 
          Cahaya difungsikan untuk menghasilkan tenaga yang sama yang membuat pesawat udara terbang, seperti yang ditunjukkan oleh studi baru. 

          Dengan desain yang tepat, aliran seragam cahaya mendorong obyek-obyek yang sangat kecil seperti halnya sayap pesawat terbang menaikkan tubuh pesawat ke udara.

          Para peneliti telah lama mengetahui bahwa memukul sebuah obyek dengan cahaya dapat mendorong obyek tersebut. Itulah pemikiran di balik layar surya, yang memanfaatkan radiasi untuk tenaga pendorong di luar angkasa. "Kemampuan cahaya untuk mendorong sesuatu sudah diketahui," tutur rekan peneliti Grover Swartzlander dari Institut Teknologi Rochester di New York, seperti yang dikutip Science News (05/12/10).

          Trik baru cahaya lebih menarik dari sebuah dorongan biasa: Hal itu menciptakan tenaga yang lebih rumit yang disebut daya angkat, bukti ketika sebuah aliran pada satu arah menggerakkan sebuah obyek secara tegak lurus. Foil udara atau airfoil menghasilkan daya angkat; ketika mesin memutar baling-baling dan menggerakkan pesawat ke depan, sayap-sayapnya yang dimiringkan menyebabkan pesawat itu naik. 

Foil cahaya tidak dimaksudkan untuk menjaga sebuah pesawat tetap berada di udara selama penerbangan dari satu bandara ke bandara lainnya. Namun kesatuan alat-alat yang sangat kecil tersebut boleh digunakan untuk mendayakan mesin-mesin mikro, mentransportasikan partikel-partikel yang sangat kecil atau bahkan membolehkan metode-metode sistem kemudi pada layar surya.

          Daya angkat optik merupakan "ide yang sangat rapi", kata fisikawan Miles Padgett dari Universitas Glasgow di Skotlandia, namun terlau dini untuk mengatakan bagaimana efek tersebut boleh dimanfaatkan. "Mungkin berguna, mungkin tidak. Waktu yang akan membuktikan."

          Cahaya tersebut dapat memiliki daya angkat yang tak terduga ini dimulai dari sebuah pertanyaan yang sangat sederhana, Swartzlander mengatakan, "Jika kita mempunyai sesuatu berbentuk sayap dan kita menyinarinya dengan cahaya, apa yang terjadi?" Eksperimen-eksperimen pemodelan menunjukkan kepada para peneliti bahwa sebuah defleksi asimetris cahaya akan menciptakan sebuah daya angkat yang sangat stabil. "Jadi kami pikir lebih baik melakukan satu eksperimen," kata Swartzlander.

          Para peneliti membuat batangan-batangan sangat kecil berbentuk mirip sayap pesawat terbang, di satu sisi pipih dan di sisi lainnya berliku. Ketika foil-foil udara berukuran mikron ini dibenamkan ke dalam air dan dipukul dengan 130 miliwatt cahaya dari dasar wadah, foil-foil tersebut mulai bergerak ke atas, seperti yang diduga. Namun batangan-batangan tersebut juga mulai bergerak ke samping, arah tegak lurus terhadap cahaya yang datang. Bola-bola simetris sangat kecil tidak menunjukkan efek daya angkat ini, seperti yang ditemukan tim tersebut.

          Daya angkat optik berbeda dari daya angkat aerodinamis dengan sebuah foil udara. Sebuah pesawat udara terbang karena udara yang mengalir lebih lambat di bawah sayap-sayapnya menggunakan tekanan lebih besar daripada udara yang mengalir lebih cepat di atas. Namun pada foil cahaya,daya angkat diciptakan di dalam obyek-obyek tersebut ketika sorotan sinar melaluinya. Bentuk foil udara transparan tersebut menyebabkan cahaya dibiaskan berbeda-beda tergantung pada tempat cahaya itu lewat, yang menyebabkan pembengkokan sesuai momentum sorotan yang menghasilkan daya angkat.

          Sudut-sudut daya angkat foil-foil cahaya ini sekitar 60 derajat, menurut temuan tim tersebut. "Kebanyakan benda-benda aerodinamis mengudara pada sudut-sudut yang sangat gradual, akan tetapi hal ini memiliki sudut daya angkat yang luar biasa dan sangat kuat," ujar Swartzlander. "Anda bisa bayangkan apa yang akan terjadi jika pesawat anda mengudara pada 60 derajat -- perut anda akan berada di kaki.

          Ketika batangan-batangan itu terangkat, seharusnya tidak jatuh atau kehilangan daya angkat, seperti yang diprediksi. "Sebenarnya benda tersebut bisa menstabilkan diri sendiri," kata Padgett.
Swartzlander mengatakan bahwa dia berharap pada akhirnya bisa menguji foil-foil cahaya tersebut di udara juga, dan mencoba berbagai bentuk serta material dengan berbagai sifat pembiasan. Dalam studi tersebut para penelit menggunakan cahaya infra merah untuk menghasilkan daya angkat tersebut, tapi jenis cahaya lainnya juga bisa, kata Swartzlander. "Yang indah tentang hal ini ialah bahwa benda itu akan berfungsi selama anda memiliki cahaya."

Minggu, 12 Februari 2012

Kurangi Ukuran Recycle Bin

           Setiap file yang kita hapus tidak langsung hilang dari harddisk,namun menyimpannya untuk sementara waktu di Recycle Bin. Pasti bukan tanpa alas an. Dengan adanya Recycle Bin kita masih bias mengembalikan file yang secara tidak segaja kita hapus.

           Dalam keadaan standar,Recycle Bin memakan tempat 10% dari kapasitas harddisk. Jumlah yang cukup besar. Kalau saja persentase ini dikurangi maka ruang kosong di harddisk kita akan lebih banyak sehingga kinerja computer kita pun lebih cepat dan baik.
Kita dapat mengurangi ukuran Recycle Bin dengan cara : 
  • Buka Windows Explorer
  • Klik kanan Recycle Bin 
  • Pilih Properties  
  • Pilih tab Global 
  • Pilih Use one setting for all drives
 
  • Terus gerakan slider ke arah kiri sampai ke angka 5%
  • Klik Aplly,kemudian OK

Hapus Isi Folder Prefetch

 
          Windows XP bisa menyimpan terlebih dulu beberapa porsi data dan progam yang sering kita pakai di folder Prefetch untuk dijadikan rujukan ketika progam-progam tersebut dijalankan. Ini akan membuat program lebih cepat muncul ketika kita menjalankannya,bagus kan?.

        Tapi lama kelamaan folder Prefetch makin penuh dengan rujukan program-program tadi,sehingga membuat kinerja komputer makin lambat. Namun,kita dapat menghapus isi folder Prefetch (jangan takut menghapus,karena di dalam folder ini tidak ada yang sangat kritis.
Cara menghapusnya :
  • Jalankan Windows Explorer 
  • Cari folder di C:\WINDOWS\Prefetch 
  • Urutkan file berdasarkan Date Modified
  • Hapus semua filenya 
  • Lakukan ini seminggu sekali secara rutin

Kamis, 09 Februari 2012

Cara Mendaftar Adf.ly

 
          Apa itu adf.ly? Adf.ly merupakan web yang dapat digunakan untuk memperpendek link,,misalkan kita memiliki link yang dirasa terlalu panjang dan kita rasa itu kurang efektif, maka dengan menggunakan adf.ly link yang awalnya panjang akan menjadi pendek, selain itu qta dapat mendapatkan uang dari adf.ly. Dan mungkin pertanyaan terbesar adalah bagaimana bisa mendapatkan uang dari adf.ly? Tentu saja bisa, ketika ada orang yang mengeklik link yang telah kita pendekkan maka setiap orang yang mengeklik link kita,,kita akan mendapatkan komisi sebesar $0.00025, lumayan bukan,,cuma klik dapat komisi,hehehehe. Selain itu di adf.ly juga disediakan banner yang bisa kita pasang di web maupun blog kita. Dan setelah tahu apa itu adf.ly tentu kita berpikiran untuk mendaftar kan? Ok langsung saja saya jelaskan tentang tata cara mendaftar adf.ly.

          Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:
  • Pertama untuk mendaftar adf.ly tentu saja kita harus menuju ke web adf.ly,,silahkan klik http://adf.ly/
  • Kedua akan muncul tampilan seperti di bawah ini, klik aja yang 'Join Now'
 
  • Kemudian akan muncul tampilan form pendaftaran dari adf.ly, isikan identitas Anda seperti nama,email,username,password,account type. Untuk account type ada 2 pilihan, 'Link Shrinker: Created shortened URLs and earn money' dan 'Advertiser: Pay to advertis your websiteon adf.ly', piliah saja yang Link Shrinker: Created shortened URLs and earn money, kemudian masukkan kode captcha dengan benar dan centang pada box 'I agree to the Terms & Conditions' dan klik Join Now
 
  • Maka akan muncul tampilan dimana kita diperintahkan untuk melakukan aktifasi account kita, langsung saja buka inbox email kita. Cari inbox yang pengirimnya dari "Adfly" dan buka isinya. Kemudian klik link aktifasi yang sudah disediakan.
 
  • Setelah itu akan muncul tampilan dimana kita diminta untuk mengisikan kode konfirmasi.
 
  • Masukkan saja kode yang ada di inbox tadi dan klik submit. Maka account kita sudah aktif dan tinggal login saja.
 
  • Cukup mudah kan cara mendaftar adf.ly. Selamat mencoba.

Kamis, 02 Februari 2012

Teleskop Hubble



          Ada dua hal yang membatasi sebuah teleskop yang ditempatkan di Bumi jika digunkan untuk mengamati benda-benda langit yang jauh. Pertama, kemampuan sebuah teleskop untuk membedakan dua bintang yang berdekatan dibatasi oleh pola difraksi dari lensa objektifnya. Kedua, turbulensi atmosfer Bumi membatasi resolusi teleskop yang ditaruh di Bumi. Untuk mengatasi batasan ini, ilmuwan mengusulkan untuk mengamati benda-benda langit dengan menempatkan teleskop dalam satelit-satelit buatan yang mengorbit Bumi. Satelit ini berada di atas turbulensi atmosfer, sehingga tidak akan terjadi pengurangan ketejaman bayangan.

          Teleskop antariksa Hubble diluncurkan oles NASA pada tahun 1990. Bergerak di atas turbulensi dan penyerapan atmosfer, teleskop Hubble dapat mendeteksi radiasi dari panjang gelombang ultraviolet 105 nm sampai dengan penjang gelombang inframerah 1100 nm. Cermin Hubble sangat besar dengan garis tengah 2,4 m dan didesain untuk memiliki resolusi sudut kira-kira 0,08 detik busur pada panjang gelombang 632,8 nm. Tetapi segera setelah diluncurkan, diamati bahwa walaupun cermin telah dipoles sampai ke tingkat sangat halus, kelengkungannya tetap salah sehingga memberikan aberasi sferik, yang tetntu saja mengurangi ketajaman bayangan. Tetapi karena permukaan cermin besar begitu baik, maka masih dimungkinkan mempertajam bayangan langsung dengan menggunakan teknik-teknik memperbaiki bayangan pada komputer. Sebagai hasilnya, bisa diperoleh bayangan sampai resolusi 0,05 detik busur. Pada bulan Desember 1993, koreksi optik dipasang pada teleskop untuk mengkompensasi aberasi sferik di cermin primer. Sejak itu diperoleh resolusi yang lebih baik, sehingga bayangan yang diambil oleh kamera sesudah perbaikan jauh lebih tajam daripada sebelum perbaikan.

          Adapun jalannya cahaya dari objek sampai ditangkap oleh kamera. Walaupun teleskop antariksa Hubble adalah salah satu sukses terbesar NASA, tetapi ia akan digantikan pada tahun 2011 oleh teleskop antariksa James Webb.

Senyawa Ajaib dalam Industri Makanan



          Fenomena campuran air dan minyak yang cenderung terpisah dapat menyatu karena keajaiban emulsifier. Tetesan-tetesan (droplets) kecil yang tersebar disebut fase diskontinu ataupun fase terdispersi, sedangkan cairan tempat fase diskontinu terdispersi disebut fase kontinu. Bila campuran minyak dan air dikocok akan terbentuk emulsi. Namun, butiran minyak mudah bergabung kembali karena emulsi yang terbentuk tak stabil. Guna menjaga kestabilan emulsi tersebut secara baik dan dalam waktu lama diperlukan emulsifier.

          Emulsifier atau zat pengemulsi didefinisikan sebagai senyawa yang mempunyai aktivitas permukaan (surface-active agents) sehingga dapat menurunkan tegangan permukaan (surface tension) antara udara-cairan dan cairan-cairan yang terdapat dalam suatu sistem makanan. Kemampuan menurunkan tegangan permukaan menjadi hal menarik karena emulsifier memiliki keajaiban struktur kimia yang mampu menyatukan dua senyawa berbeda polaritasnya.
Tingkat penurunan tegangan permukaan oleh senyawa pengemulsi berkisar antara 50 dyne/cm hingga kurang dari 10 dyne/cm pada konsentrasi lebih kecil dari 0,2 persen.

          Daya kerja emulsifier menurunkan tegangan permukaan dicirikan bagian lipofilik (nonpolar) dan hidrofilik (polar) yang terdapat pada struktur kimianya. Ukuran relatif bagian hidrofilik dan lipofilik zat pengemulsi menjadi faktor utama dalam pengelmusian. Penentuan pengemulsi yang cocok pada produk pangan olahan tertentu, telah dikembangkan sistem HLB (perimbangan hidrofilik/lipofilik). Jika emulsifier memiliki kecenderungan terikat lebih kuat pada air atau nilai HLBnya tinggi, maka emulsifier dapat membantu terbentuknya emulsi minyak dalam air (M/A). Contohnya susu, es krim, dan mayonnase. Sebaliknya, jika emulsifier memiliki kecenderungan terikat lebih kuat terhadap minyak atau nilai HLB rendah, akan terbentuk emulsi air dalam minyak (A/M). Contohnya mentega dan margarin.

          Emulsifier juga menjadi kunci rahasia perancangan berbagai minuman kesehatan yang kini banyak diminati masyarakat. Formulasinya menghadirkan dua tantangan utama, yakni upaya membuat keseragaman dispersi dari nutrisi yang larut dalam lemak, seperti vitamin dan karotenoid pada minuman yang berbasis air. Tahap selanjutnya bagaimana menggabungkan rasa jeruk dengan minyak tertentu misalnya, sehingga produk dapat diterima konsumen. Kedua tantangan ini mendorong ahli pangan mencari jenis emulsifier yang dapat berfungsi ganda.

          Implikasinya, di masa depan emulsifier makin menunjukkan keajaibannya karena penelitian di bidang makanan dan minuman berbasis emulsi perkembangannya makin pesat di negara-negara maju. Bagaimana dengan Indonesia? Kita tunggu kelanjutan ceritanya..hahahaha..

Rahasia Kemampuan Laba-Laba Merayap pada Langit-Langit



          Sekelompok peneliti yang diketuai oleh pakar biomekanika Andrew Martin dari Institute for Technical Zoology and Bionics (Institut Zoologi Teknik dan Bionika) di Bremen, Jerman, meneliti kaki seekor laba-laba pelompat berukuran kecil (Evarcha arcuata) dengan menggunakan mikroskop lektron. Gambar yang mereka dapatkan memperlihatkan serangkaian rambut-rambut panjang (setae) di bawah telapak kakinya, sebagaimana yang dijumpai pada laba-laba lainnya. Di bagian permukaan ujung bawah atau bagian telapak dari masing-masing rambut ini tertutupi oleh rambut-rambut yang jauh lebih kecil lagi (setule) dengan ujung berbentuk segitiga.

          Untuk memastikan jenis gaya tarik-menarik yang berperan, para ilmuwan mengukur gaya tarik-menarik antara kaki laba-laba dengan sebuah batang kecil, serta menggunakan cara yang lebih sering diterapkan dalam ilmu bahan.Perhitungan oleh para ilmuwan tersebut menunjukkan bahwa seekor laba-laba yang bergantung pada langit-langit dengn penempelan 600.000 setule menghasilkan gaya tarik-menarik yang mampu menahan 173 kali bobot badannya sendiri. Setelah menafsirkan hasil ini, Martin menyimpulkan bahwa laba-laba tersebut menempel pada permukaan melalui gaya-gaya van der Walls (gaya tarik-menarik elektrostatik antarmolekul yang terpisah pada jarak 1/1.000.000 milimeter). Gaya-gaya van der Walls bergantung hanya pada jarak antara dua benda dan tidak dipengaruhi oleh faktor lingkungan. Oleh karena itu, cara yang digunakan laba-laba ini untuk menempel pada dinding dapat ditiru dalam pembuatan bahan seperti kertas catatan yang dapat menempel ketika basah, dan seragam ruang angkasa yang dapat melekat pada permukaan di ruang angkasa.

          Kemampuan berjalan laba-laba pada permukaan langit-langit merupakan fenomena yang mengagumkan. Namun, yang lebih mengejutkan lagi adalah keberadaan 600.000 rambut halus tersebut pada telapak kaki laba-laba. Rata-rata terdapat sekitar 100.000 rambut pada kepala manusia, sebaliknya, enam kali lipat jumlah ini terdapat pada telapak kaki laba-laba yang ukurannya jauh lebih kecil daripada kepala manusia. Keberadaan sedemikian banyak rambut-rambut berukuran teramat kecil pada tempat dengan luasan yang sedemikian kecil menyingkapkan adanya kehebatan desain mikro. Rambut-rambut ini tidak ditemukan pada bagian mana pun dari tubuh sang laba-laba, hanya pada telapak kaki-kakinya.

Pohon Cemara yang Bersinar di Dalam Gelap



          Baru-baru ini telah dirancang sebuah pohon cemara jenis Douglas (Douglas spruce) secara genetika yang menghasilkan cahaya sendiri.

          Pohon ini memerlukan 2 bahan genetika untuk menghasilkan cahaya. Satu untuk enzim luciferase, yang ditemukan di dalam kunang-kunang, dan lainnya untuk sebuah zat yang disebut protein cahaya hijau (flourescent), ditemukan di dalam ubur-ubur. Kedua bahan genetik ini ditanamkan pada bakteri yang tidak berbahaya, dan lalu diletakkan pada tanaman yang baru tumbuh. Pembuatan cahaya ini juga melibatkan sebuah persenyawaan yang disebut luciferin, yang dapat dicampur ke dalam pupuk khusus yang tersedia dalam pohonnya.

         Luciferase adalah katalis di dalam reaksi kimia yang melibatkan luciferin dan oksigen. Seperti semua enzim, luciferase mempercepat reaksi tanpa dirinya ikut berubah dalam reaksi tersebut. Di dalam reaksi, luciferin teroksidasi, yaitu, ia kehilangan sebuah elektron dan molekul-molekulnya berpindah ke tingkat energi yang lebih rendah, yaitu dalam keadaannya yang lebih stabil, molekul-molekul melepaskan energi dalam bentuk cahaya. Cahaya yang dihasilkan dalam reaksi akan menggerakan molekul-molekul GFP, yang menyebabkan molekul-molekul GFP memancarkan sebuah cahaya hijau sehingga memberikan cahaya pada pohon tersebut. Para ilmuwan juga telah menemukan protein cahaya (flourescent) merah dan biru, menimbulkan kemungkinan adanya sebuah pohon dengan beraneka ragam cahaya.

          Sejauh ini, pohon ini hanya ada di atas kertas, tetapi teknologi ini sudah terbukti. Para ilmuwan sudah menggunkan GFP untuk menghasilkan tikus, kentang, dan kain sutra yang bercahaya. Saat ini, biaya merupakan rintangan utama untuk membuat pohon bercahaya tersebut. Paling tidak untuk permulaan, sebuah pohon memerlukan biaya sebesar 350 dolar US, lebih besar dari kebanyakan orang mau membelanjakan uangnya.

Pengobatan PRK



          Untuk orang dewasa yang memiliki mata minus cukup besar, kacamata yang digunakannya cukup tebal. Ini tidak praktis, belum lagi bagi seorang gadis yang ingin tampil cantik, kacamata ini menjadi masalah. Seperti telah kita ketahui bahwa kacamata dapat diganti dengan lensa kontak. Akan tetapi, cara ini pun masih memiliki kelemahan, misalnya, biaya relatif lebih mahal, tidak dapat dipakai oleh penderita alergi, dan juga bisa menimbulkan infeksi kornea.

          Untuk mengatasi masalah tersebut dapat ditempuh jalan dengan mengoreksi cacat mata dengan bedah refraktif atas kornea. Cara pembedahan terbaru yang saat ini dikenal adalah pembedahan dengan memakai laser excimer. Dengan metode ini, sinar laser diarahkan untuk mengurangi kecembungan lensa mata sehingga permukaan kornea menjadi lebih datar dan dapat mengoreksi kelainan refraksi (pembiasan) cahaya pada mata. Dalam ilmu kedokteran, cara ini disebut Photorefractive Keratectomy (disingkat PRK).

          Salah satu persyaratan penting untuk menjalani pengobatan PRK adalah usia pasien lebih dari 20 tahun, sebab kalau berumur di bawah 20 tahun orang masih mengalami perubahan refraksi. Tindakan PRK terhadap cacat mata rabun jauh dengan laser excimer tergolong aman, efektif, stabil dan hasilnya dapat diperkirakan. Metode ini efektif untuk rabun jauh antara minus 2 sampai dengan minus 8 dioptri.

Sumber: Majalah Berita Mingguan Sinar, Nomor 14, Februari 1995